Apa sih Penyu itu?

Penyu merupakan hewan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang Kawasan Samudra Hindia, Samudra Pasifik dan Asia Tenggara. Keberadaannya telah lama terancam baik dari alam maupun kegiatan manusia yang membahayakan populasinya secara langsung maupun tidak langsung.

Pergeseran  fungsi lahan yang menyebabkan kerusakan habitat pantai dan ruaya pakan, kematian penyu akibat kegiatan perikanan, pengelolaan dengan teknik-teknik konservasi yang tidak memadai, perubahan iklim, penyakit, pengambilan penyu dan telurnya serta ancaman predator merupakan faktor-faktor penyebab penurunan populasi penyu. Selain itu, karakteristik siklus hidup penyu sangat panjang (terutama penyu hijau, penyu sisik dan tempayan) dan untuk mencapai kodisi “stabil” (kelimpahan populasi konstan selama 5 tahun terakhir) dapat memakan waktu cukup lama sekitar 30-40 tahun, maka sudah seharusnya pelestarian terhadap satwa langka ini menjadi hal yang mendesak.

Kondisi inilah yang menyebabkan semua jenis penyu di Indonesia diberikan status dilindungi oleh negara. Semua jenis penyu di laut Indonesia telah dilindungi berdasarkan: 

  1. Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ini berarti segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya itu dilarang.
  2. Permen LHK No.20 tahun 2018 tentang jenis dan satwa yang dilindungi.
  3. Permen LHK No. 106 tahun 2018 tentang perubahan Permen LHK No.20 tahun 2018 menyatakan bahwa 6 jenis penyu tergolong satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang.
  4. Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
  5. Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan Surat Edaran No. SE 526 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya.
  6. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna), semua jenis penyu laut telah dimasukan dalam appendix I yang artinya perdagangan internasional penyu untuk tujuan komersil juga dilarang.
  7. Badan Konservasi dunia IUCN memasukkan penyu sisik ke dalam daftar spesies yang sangat terancam punah, sedangkan penyu hijau digolongkan sebagai terancam punah.
Penyu hijau di Pulau Balembangan, Kabupaten Berau, Kaltim, Indonesia

Dari tujuh jenis penyu di dunia.tercatat enam jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia yaitu Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu abu.abu (Lepidochelys olivacea), Penyu pipih (Natator depressus), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), serta Penyu tempayan (Caretta caretta). Jumlah  ini sebenarnya masih menjadi perdebatan karena nuitja(1992) menyebutkan hanya lima jenis yang di temukan di Indonesia dimana Caretta caretta dinyatakan tidak ada. Namun, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa Caretta caretta memiliki daerah jelajah yang meliputi Indonesia (Limpus, et al.,1992; Charuchinda et al., 2002).

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Adji
Adji
1 year ago

gimana cara penyu bertelur